Kamis, 17 Februari 2011

PEREMPUAN: DIANTARA KEMULIAAN DAN KEHINAAN

Kamis, 17 Februari 2011 |
Setelah membuat tulisan tentang Kenapa sering terjadi perbedaan awal Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, tak ada lagi tulisan yang saya buat, padahal hasrat hati selalu ingin membuat tulisan guna untuk melatih kemampuan merangkai kata dengan baik, karena sejak tulisan saya berjudul “Hadist-hadist Dha’if tentang Ramadhan” dimuat di Majalah Tabligh edisi Ramadhan 1431 H, banyak harapan dan permintaan dari agen dan pelanggan Majalah Tabligh serta teman-teman dekat agar saya terus menulis, bahkan ada seorang teman yang meledek saya, sarjana Tafsir Hadist kok malah berfikir untuk menjadi wirausaha bukan penulis katanya sambil tertawa, demi untuk memenuhi harapan itu saya mulai melatih kemampuan untuk menulis tetapi terkadang saya terkendala dengan waktu yang tidak tepat untuk membuat tulisan karena berbagai macam aktifitas dan juga terkadang karena tidak ada ide dan isyu yang menarik untuk saya tuangkan dalam rangkaian kata.

Akhir-akhir ini hasrat untuk membuat tulisan itu semakin membuncah, kemudian saya mencoba untuk mencari isu yang menarik untuk saya angkat sehingga muncul keinginan untuk membuat tulisan tentang renungan pergantian tahun karena dalam waktu dekat ini kita akan menghadapi dua pergantian tahun yaitu pergantian tahun hijriyah dan masehi, ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah ini pun telah saya cari tetapi disaat-saat saya akan menulis ada sesuatu yang menarik, yang pertama ketika saya membuka internet saya mendapati informasi dan data tentang pergaulan bebas dikalangan remaja dimana disitu disebutkan data hasil penelitian bahwa lebih dari 50% siswi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Jogja sudah tidak perawan lagi, kemudian ketika saya membuka jejaring sosial facebook ada tulisan dari seorang akhwat tentang keprihatinan dan rintihan hatinya melihat fenomena kehidupan perempuan saat ini, kemudian ketika chatting dengan teman saya yang berada di Mesir, beliau mengungkapkan kesedihan hatinya ketika dia milihat foto facebook salah seorang adik kelas kami sewaktu di Aliyah yang tidak lagi mengenakan jilbab dan meminta saya untuk menasehati junior kami itu, ketika saya rapat dengan seluruh crew Majalah Tabligh tentang tema dan isyu yang akan diangkat untuk edisi Muharam berbagai macam ide yang muncul, ada yang ingin membahas tentang kepemimpinan dan persoalan bangsa yang sedang carut-marut yang dalam bahasa Prof.DR. Syafi’i Marief bangsa ini adalah negeri yang tidak bertuan, ada yang mengusulkan mengangkat tema dajjal dan fenomena kehidupan masyarakat sekarang, tetapi setelah diskusi panjang kata sepakat malah terdapat pada isyu tentang moralitas kaum hawa akhir-akhir ini, terakhir ketika saya chatting dengan seorang akhwat kembali saya terlibat diskusi tentang persoalan perempuan.

Ketika pulang dari kantor terlintas sebuah pertanyaan dalam fikiran saya, kenapa akhir-akhir ini saya dihadapkan dengan isyu-isyu dan persoalan perempuan, ketika saya mencoba untuk merenung dan memikirkan jawaban atas pertanyaan yang muncul dari diri saya sendiri itu, saya sampai kepada sebuah kesimpulan, mungkin Allah ingin saya mengungkapkan harapan dan kegelisahan serta kebahagian dan keprihatinan saya terhadap kaum hawa yang selama ini terpendam. Inilah yang pada akhirnya membuat jari-jari tangan saya menari-nari diatas keybord notebook.

Saya sangat percaya dengan ungkapan bahwa laki-laki bisa hebat karena ada perempuan yang baik disampingnya apakah perempuan itu berwujud seorang Ibu, istri atau saudarinya. Manusia paling berpengaruh dimuka bumi ini yaitu Rasulullah Muhammad saw, sukses dalam perjuangannya karena disampingnya ada seorang wanita yang baik yaitu istrinya Khadijah, pengaruh Khadijah dalam kehidupan Rasulullah bisa kita lihat dari kesedihan yang dialami dan dirasakan oleh Rasulullah ketika beliau wafat. Orang yang terkenal paling pintar di negeri kita ini yaitu BJ Habibie mengakui bahwa kesuksesan yang ia raih adalah pengaruh istrinya, sehingga ketika istrinya wafat raut kesedihan terlihat sekali diwajahnya dan puisi perpisahan yang ia buat untuk istrinya menunjukkan bahwa dia benar-benar telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupannya, beberapa orang tokoh negeri ini, yang mana saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan mereka seperti Prof. Dr. Amien Rais, Prof. Dr. Syafi’i Marief, dan Prof. Dr. Din Syamsudin. Saya dapati bahwa kesuksesan yang mereka dapatkan karena ada perempuan baik disampingnya.

Tiga orang yang saya jadikan sebagai pahlawan dalam kehidupan saya, karena beliau sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian yang membuat saya menjadi lebih berani untuk terus berjuang mengarungi kehidupan ini, dua diantaranya berasal dari kaum hawa yaitu Ibu dan Nenek saya dan satu dari kaum Adam yaitu Ayah, puncak prestasi dalam dunia pendidikan saya yaitu juara umum dan memenangi berbagai lomba yang saya ikuti, saya dapati ketika Alm Ibu dan Nenek saya masih hidup dan ketika beliau kembali kepada Illahi saya tidak pernah lagi mendapatkan prestasi seperti itu. Dari catatan orang sukses dan pengalaman pribadi saya itu maka saya menjadi sangat yakin bahwa kesuksesan akan kita raih kalau disamping kita ada perempuan yang baik.

Ketika gaya kehidupan modern meminta korban dan merusak kehidupan kaum hawa, jelasa ini akan menjadi bencana besar bagi kita karena dari rahim mana lagi lahirnya anak yang baik, orang-orang sukses, pemimpin-pemimpin besar kalau bukan dari rahim wanita-wanita yang baik dan siapa lagi yang akan membuat laki-laki memiliki semangat juang yang tinggi dan power yang besar untuk menaklukkan berbagai rintangan dan meraih kemenangan kalau disampingnya tidak ada lagi perempuan yang baik.

Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan ini, makanya kehormatan sebuah kaum, bangsa dan negara akan bergantung kepada perempuan dinegeri itu, apabila perempuannya baik maka negeri itu akan menjadi baik tetapi kalau perempuannya tidak baik maka negeri itupun tidak bisa menjadi baik, kestrategisan peran perempuan telah diakui oleh agama kita hal ini bisa kita lihat ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah siapakah orang yang paling berhak aku hormati selain engkau ya Rasulullah, Ibumu lalu siapa lagi ya Rasulullah Ibumu, sampai yangg ketiga masih ibu baru kemudian bapak yang keempat.

Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan harapan saya kepada orang yang paling berhak mendapatkan kehormatan dan perlakuan baik Pertama, Kedua, dan ketiga setelah Rasulullah yaitu ibu yang menjadi hak kaum hawa, raih dan pertahankan kehormatan itu dengan menjaga kesucian dan kebaikan mulai sejak anda menginjak remaja sampai anda meninggalkan bumi ini, karena kalau sampai perempuan itu terjerumus kedalam pergaulan dan kehidupan yang tidak baik maka engkau akan terbelenggu dalam jurang itu dan akan sulit untuk keluar.

Ketika sedang membuat tulisan ini, teman saya dari konsultasi pelajar bercerita, ketika beliau mengadakan penelitian tentang tanggapan pelajar tentang hubungan seks pra nikah di daerah Menado responnya 40% pelajar saat itu setuju kalau memberikan keperawanan kepada pasangannya adalah bukti kecintaannya kepada pasangannya, dalam pengembangan penelitiannya ditemukan bahwa 87% penyebab orang menjadi pekerja seks komersial adalah karena dulunya mereka terjebak dalam hubungan seks pra nikah dan sekitar 10% karena faktor keturunan dimana orang tuanya adalah pelaku dan pekerja seksual. Maka menjadi tepat sekali larangan dalam Islam agar kita tidak mendekati zina karena sekali saja orang melakukannya maka ia akan sulit untuk keluar dari lingkaran setan itu terutama bagi perempuan. Maka pesan dan harapan saya kepada teman-teman perempuan dan adik-adik siswi dan mahasiswi jagalah dirimu jangan sampai terjebak kedalam hubungan dan pergaulan seks sebelum menikah karena sungguh pergaulan dan hubungan itu akan menghancurkan masa depanmu dan akan membuatmu terperangkap dalam lingkaran setan, kepada uda, uni, bapak dan ibu mari kita jaga dan pelihara adik dan anak perempuan kita agar tidak terjerumus kedalam lembah kehinaan itu. Untuk sementara tulisan ini saya cukupkan dulu sampai disini, Insyaallah tulisan tentang ini akan berlanjut dilain waktu dan saya akan kemukakan juga realita yg saya temukan dari buruknya dampak pergaulan bebas terutama bagi kaum perempuan.


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar


Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Smart, happy

Saca Firmansyah

Wilayah Pengunjung