Seorang pemuda setengah baya
Merangkai semua imajinasi yang terlintas dalam fikirannya
Tiga puluh tahun sudah hati pria ini berjelaga sendiri
Malam ini keelokan cahaya purnama memberikan sebuah harapan
Dan bayu malam pun menghembuskan sentuhan surga
Dengan membawa pesan dari seorang wanita untuk pria setengah baya
Sebuah pesan yang membuat cahaya hatinya menyaingi cahaya purnama
Pria setengah baya berkata kepada angin lalu yang menerpa kulitnya, sekarang, esok, lusa dan mungkin seterusnya, aku tidak akan menumpahkan jeritan hati kepadamu, karena wanita yang setia mendengarkan segala keluh kesahku sudah memperlihatkan wujudnya
Kepada purnama yang mengintipnya dari balik awan
Pria setengah baya bertitah,
Wahai bulan bukan hanya dirimu yang bisa bermetamorfosa dengan sempurna menjadi purnama karena aku juga akan bermetamorfosa menjadi pria yang sempurna
Kini asmara telah membias dan meracuni pria setengah baya
Raut bahagia menyelimutinya
Hingga tidur pun ia tersenyum
0 komentar:
Posting Komentar