Kamis, 17 Februari 2011

UNCONDITIONAL LOVE

Kamis, 17 Februari 2011 |
Minggu itu saya menghabiskan waktu dirumah membantu teman mempersiapkan pesanan, sekitar jam 11 siang semua pesanan selesai kami antarkan kemudian teman saya pun kembali ke warung nasi yang baru saya rintis, saya tinggal dikontrakan bersama tumpukan peralatan masak yang sudah kotor, setelah acara bersih-bersih selesai, kelelahan mulai menggerogoti tubuh saya dan istirahat siang adalah pilihan yang paling menarik untuk dilakukan. Setelah Ashar teman saya pulang ke kontrakan dan seperti hari-hari sebelumnya, tanpa mempedulikan hasil dagangan, rame atau sepi, gelak tawa dan canda yang juga tidak lepas dari ledekan akan menghiasi kontran kami, karena bagi saya kebahagian adalah persoalan hati bukan persoalan materi.

Suara adzan dari Mushalla dipinggir jalan raya menghentikan senda gurau kami untuk segera memenuhi panggilan suci dari Illahi, selesai sholat Maghrib berjamaan di Musholla kecil itu saya kembali ke kontrakan dan membaca ayat-ayat suci al-Qur’an, setelah selesai membaca beberapa lembar ayat-ayat suci al-Qur’an, suara adzan Isya belum juga terdengar, sambil menunggu panggilan suci untuk kembali ke Mushalla melaksanakan sholat isya berjamaah, saya ambil buku yang belum selesai saya baca, saat membaca buku inilah saya menemukan kalimat unconditional love pada saat itu saya lansung teringat dengan salah satu ayat yang saya baca ketika mengaji tadi, yaitu ayat 92 dari surat Ali Imran yang artinya Kamu tidak akan memperoleh kabajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai). kata Al-Birru dalam kamus Al-Munawwir juga memiliki makna: al fuaadu; Hati, alluthfu wasysyafaqah; belas kasih, jadi ayat ini juga memiliki makna bahwa kita tidak akan mendapatkan kebaikan berupa cinta dan kasih sayang, sebelum mampu memberikan apa yang kita senangi/cintai, ini juga merupakan bagian dari unconditional love, Subhanallah saya terkagum terhadap rentetan peristiwa ini, karena ada kesamaan dalam inti pembahasannya yaitu tentang “cinta” dari dua bacaan yang berbeda tampa ada niat dan usaha untuk mencari kesamaan topiknya, saat saya mencoba untuk merenungi fenomena yang menurut logika saya ini adalah hal yang tidak terencana tetapi nurani saya berbicara sebaliknya bahwa dalam kebetulan ini ada sesuatu yang akan diberikan oleh Allah yang hanya akan saya temukan ketika saya mau merenunginya dan ikhtiar untuk mengungkap rahasia itu terhenti oleh suara adzan yang mengema ketelinga.

Selesai sholat Isya berjamaah usaha untuk mengungkap pesan Illahi dari peristiwa malam ini saya lanjutkan dengan mencari hadist yang berbicara tentang masalah cinta, salah satu yang saya temukan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan dari Husain Al Mu'alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri".(Hadits Riwayat Bukhari)

Cinta adalah kata yang selalu menarik untuk dibicarakan dan tak pernah basi untuk di diskusikan karena cinta itu sangat luas sehingga sampai sekarang tidak pernah tuntas untuk dibahas, Cinta adalah perasaan yang universal, tak mengenal gender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta, cinta adalah milik semua orang karena cinta adalah penggerak kehidupan dan anugrah terindah dari Tuhan yang di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, yaitu manusia.

Dalam Wikipedia pengertian Cinta itu adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi (stilah afeksi dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua orang (atau lebih) yang lebih dari sekedar rasa simpati atau persahabatan.) terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Nama lain dari cinta adalah memberi

Dalam kehidupan cinta tidak ditempatkan pada posisinya karena cinta selalu dikaitkan dengan hal lain, seperti karena materi, jabatan, dll. Cinta yang sering dipraktek dan dikembangkan adalah cinta bersyarat oleh karena itulah muncul istilah unconditional love, padahal sebenarnya cinta itu tidak pernah menuntut kesempurnaan tetapi memahami kekurangan karena cinta adalah fitrah, dan kekurang pada diri manusia juga merupakan fitrah karena manusia bukan makhluk yang sempurna, jadi satu fitrah yang ditetapkan oleh Allah tidak akan pernah berlawanan dengan fitrah yang lainnya. Kalau ada yang mengatakan cinta tetapi menuntut kesempurnaan itu bukanlah cinta tetapi keegoisan.

Allah telah mengajarkan unconditional love kepada kita melalui sifat Rahman-Nya, dimana Allah memberikan rahmat dan nikmat kepada manusia tanpa ada paksaan bagi yang menikmati nikmat itu untuk harus beriman kepada Allah, Rasulullah pun telah mengajarkan unconditional love, hal ini bisa kita lihat ketika pengingkaran dan penindasan orang arab kepada Nabi makin menjadi-jadi sampai melempari beliau dengan batu dan Malaikat Jibril pun tidak tahan melihat kejadiaan itu dan berkata kepada Nabi, Ya Rasulullah memohonlah kepada Allah untuk mengazab dan membinasakan mereka maka Allah pasti akan mengabulkan do’amu itu wahai kekasih Allah, tapi Nabi menolak karena beliau memahami bahwa kekerasan dan penindasan yang beliau alami adalah karena umatnya itu belum tahu kebaikan dan kebenaran dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah.

Dalam kehidupan kita, sebenarnya unconditional love sudah kita dapatkan tetapi sering kita abaikan dan tidak kita balas lagi dengan unconditional love juga, yaitu cinta tanpa syarat dari orang tua kita, mereka memberi tak harap kembali, mereka rela berusaha dan bekerja sekuat tenaga untuk kebaikan dan kemajuan kita tanpa menuntut apa pun dari kita, mereka menerima kekurangan diri kita dan selalu member maaf terhadap pengingkaran dan kesalahan yang kita lakukan kepada mereka sikap inilah yang disebut dengan unconditional love.

Setelah mengenal unconditional love maka mari kita balas unconditional love dari Allah dengan berusaha sekuat tenaga dan tidak mengenal lelah untuk mengamalkan segala perintah dan menghentikan semua larangan Allah, kemudian membalas unconditional love dari Rasulullah dengan memegang teguh warisan yang beliau tinggalkan yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, selanjutnya kita membalas unconditional love dari orang tua kita dengan berbakti kepada mereka, dan tumbuh kembangkanlah unconditional love kepada pasangan hidup kita terakhir mari kita tebarkan unconditional love kepada sesama.
Irham man fil ardhi yarhamkum ma fi samaa; cintailah yang di bumi maka yang dilangit pun akan mencintaimu…

NB:
Note ini tidak bermaksud menggurui dan mencela siapa pun karena tujuan utama note ini adalah untuk introfeksi dan kritikan terhadap diri saya sendiri, lau note ini bermanfaat dan memberikan pencerahan maka bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah memberikan anugrah dan hidayah-Nya kepada Anda…


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar


Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Smart, happy

Saca Firmansyah

Wilayah Pengunjung