Senin, 04 April 2011

The Power Of Syukur

Senin, 04 April 2011 |
Pada suatu hari saat saya chatting dengan seorang sahabat, dai berkata, akhy adalah orang cukup beruntung karena mendapat kesempatan untuk mencicipi berbagai macam pengalaman yang dapat memperkaya wawasan sebagai modal untuk mengarungi kehidupan, saya menjawab, saya masih dalam proses belajar.

Beberapa hari kemudian teman saya yang lain berkata, bahwa saya beruntung memiliki kesempatan untuk memilih dan menentukan pasangan hidup karena cukup banyak orang yang menawarkan diri dan bersedia menjadi pendamping hidupku, saya menjawab, saya tidak melihat itu, yang saya lihat adalah tumpukan orang yang siap menolak saya.

Seorang sahabat yang sudah hampir Sembilan tahun bergaul dengan saya pernah berkata, jujur kata beliau, sebenarnya dia cemburu kepada saya, karena saya mudah dekat dengan orang, mudah mendapatkan simpati dan kepercayaan orang, cukup banyak orang yang mau menjadikan saya sebagai pasangan untuk anaknya, dan bahkan ada juga yang lansung menyampaikan niat baik itu kepada sahabat saya itu, saya hanya tersenyum dan menceritakan hal-hal yang kurang beruntung kepada beliau.

Akhir-akhir ini saya sering merenung kenapa saya masih sulit mendapatkan kedamaian dalam hati dan keteguhan dalam menentukan pasangan hidup, padahal Allah telah memberikan begitu banyak kemudahan kepada saya. Setelah lama merenung Alhamdulillah akhirnya saya menemukan SYUKUR sebagai solusi dan kunci untuk keluar dari masalah yang saya hadapi itu, selama ini saya sangat meyakini pernyataan “bahwa rumput atau taman tetangga selalu lebih hijau dan menarik dari rumput dan taman dihalaman rumah kita” sehingga saya selalu beranggapan orang memiliki dan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari saya, kemudian saya menyibukkan diri berusaha mencari sesuatu yang lebih baik dengan niat agar tidak kalah dengan orang, tanpa saya sadari bahwa keyakinan dan pemikiran semacan itu adalah bukti bahwa diri ini belum bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.

Kemudian saya mencari jawaban persoalan ini dalam al-Qur’an dalam surat al-Mulk ayat 23 Allah mengatakan, Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. Redaksi yang hampir sama yang menyatakan bahwa amat sedikit kamu bersyukur juga terdapat dalam surat al-Mu’muninuun ayat 78.

Dalam surat al-Mu’min ayat 61 disebutkan, Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. Dalam surat as-Sajadah ayat 9 juga disebutkan bahwa manusia ini sedikit sekali bersyukur.

Dalam kehidupan ini sudah tak terhingga nikmat yang telah Allah berikan kepada kita tetapi sering kita menganggap itu semua bukan sebagai nikmat yang harus kita syukuri, kita seringkali menfokuskan diri kepada kebaikan dan kelebihan orang lain kemudian menposisikan diri pada posisi yang kurang beruntung, kurang baik dan segala bentuk kekurangan lainnya tetapi ketika Allah bertanya sampai 31 kali dalam surat ar-Rahman tentang ‘Nikmat Tuhanmu yang mana yang akan engkau dustai’ kita tidak mampu untuk menjawabnya karena memang nikmat Allah tak terhingga kepada kita, bahkan hanya sekedar untuk menghitungnya pun kita tidak akan pernah bisa
Setelah menyadari semua ini, maka saat bangun di pagi saya berucap syukur kepada dengan penuh ketulusan atas kesempatan dan nikmat hidup yang telah Allah berikan maka pada hari itu saya merasakan kedamaian dan ketentraman dalam hidup dan saya menjadi begitu sensitive untuk merasakan nikmat Allah yang lainnya, kemudian kayakinan semakin menghujam dari diri saya tentang firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Tidak menutup kemungkinan bahwa kegelisahan dan tidak adanya keteguhan dalam menentukan sikap yang selama ini saya alami adalah teguran dan azab kecil dari Allah karena saya tidak mensyukuri nikmat yang telah dianugrahkan-Nya kepada saya.

Melalui note yang berisi introfeksi dan evaluasi diri ini saya mengajak diri saya dan orang-orang yang menemui atau ditemui oleh note ini untuk terus meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, karena bersyukur kepada Allah akan menghilangkan kegelisahan hati, memberikan energy yang lebih untuk menjalani kehidupan dan menaklukkan tantangan kehidupan, akan mengundang datangnya nikmat-nikmat Allah yang lainnya dan akan menghalangi datangnya siksaan dan azab Allah. “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisaa’ ayat 1470) (Rasul Karim, S.Th.I)


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar


Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Smart, happy

Saca Firmansyah

Wilayah Pengunjung