Kamis, 17 Februari 2011

HARUSKAH BERPUTUS ASA

Kamis, 17 Februari 2011 |
Senin siang saya menerima keputusan bahwa harapan saya tidak bisa diwujudkan, keinginan tidak bisa dipenuhi, asa dan mimpi yang coba saya bangun harus terhenti disini, keputusan itu disampaikan dengan segala alasannya dilengkapi dengan harapan agar saya bisa memahami dan menerima keputusan ini, dan disempurnakan dengan do’a semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik. Keputusan ini bagaikan petir disiang bolong yang membuat saya jadi terdiam dan suasana hati pun berubah seratus delapan puluh derajat, kemudian saya menghela nafas panjang untuk menenangkan diri dan hati.

Setelah bisa menguasai dan mengendalikan emosi, saya menjawab keputusannya, sesuai dengan janji saya kepadanya, akan menerima keputusan yang ia berikan dengan lapang dada karena saya sadar bahwa tidak semua keinginan saya akan dapat terwujudkan dan saya meminta doanya supaya saya bisa cepat menata hati ini. Hari itu menjadi salah satu hari yang berat untuk saya jalani karena rasa kecewa dan perih telah menyelimuti hati, kemudian saya mencoba menumpahkan perasaan itu dalam status Facebook saya “Kemarin aku kembali memujudkan asa yang dulu pernah ada dan mengadu kepada Tuhan mengapa takdir begitu lara, belum juga menyatukan saya dengan dirinya”.
Setelah mentari menenggelamkan dirinya dan bumi diselimuti kegelapan, kegelisahan pun semakin mantap mengambil posisi di hati saya, sejuta tanya menggerogoti, mungkin karena belum siap menerima keadaan ini, ketika berusaha untuk meyakinkan diri tentang kenyataan yang harus dijalani, dosa yang pernah saya lakukan dimasa lalu pun datang menghampiri dan karena tidak tahan lagi maka saya tumpahkan semua perasaan yang menggelisahkan itu dalam note “Benarkah ada Karma”.

Setelah semua kegelisahan dan kekecewaan saya tumpahkan ada sedikit ketegaran yang muncul dalam hati yang kemudian menyemangati saya untuk mengatakan “Walau pun berat, Aku akan tetap berusaha melangkahkan kaki meninggalkan satu takdir menuju takdir yang lain”, kalimat ini saya tulis dalam status di facebook guna untuk menguatkan keyakinan saya membangun optimisme diatas puing-puing kekecewaan dan kegelisan yang diakibatkan oleh runtuhnya rangkaian harapan yang telah saya bangun.

Sakit dan perihnya luka karena kecewa dan hancurnya hati karena keinginan tidak bisa dipenuhi telah aku nikmati, hikmah dibalik kejadian ini pun telah saya dapati maka sudah saatnya untuk membiar semua ini mengalir seperti air yang mengalir menuju samudra dan berlalu bersama pergantian waktu agar saya tidak termasuk orang yang dicela oleh al-Qur’an melalui surat Huud ayat 9 yang artinya; Dan Jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali pastilah dia berputus asa dan tidak berterima kasih. Perkenalan dan rasa cinta yang tumbuh kepada perempuan yang saya harapkan jadi pendamping hidup adalah rahmat Allah, keinginan untuk membina dan mengikat hubungan cinta kasih dalam ikatan nan suci mungkin menjadi rahmat yang sedang dicabut oleh Allah dari saya, meskipun kenyataan berbicara seperti itu saya tetap tidak boleh berputus asa menjalani drama kehidupan ini karena Allah telah melarang kita untuk berputus asa terhadap rahmat-Nya sebagaimana disebutkan dalam surat Azzumar ayat 53, Janganlah Kamu berputus asa dari Rahmat Allah

Kecewa karena mimpi tidak bisa diwujudkan adalah sesuatu yang tidak bisa saya pungkiri, terus larut dalam kesedihan adalah sesuatu yang tak ingin saya jalani, ketika terjebak dalam sebuah masalah kita masih mempunyai pilihan, ingin tetap berada dalam keterpurukan atau berusaha untuk keluar dari persoalan itu, pilihan saya adalah bangkit dan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari masalah itu. Iwan Fals melalui nyanyiannya menyampaikan bahwa “keinginan adalah sumber penderitaan”, penderitaan yang saya alami ini adalah konsekuensi dari keinginan untuk memiliki dirinya menjadi pendamping hidupku dan saya tidak boleh menyalahkan siapa pun atas kekecewaan yang saya alami karena keputusan yang saya ambil ini.

Sekarang pertanyaan haruskan berputus asa? mesti dijawab dengan kata TIDAK...karena besok mentari masih bersinar memberikan harapan baru, dan seperti kata Ranchodas dalam film 3 Idiot ketika menghadapi persoalan maka yakini dan ucapkan lah “all is well” karena rahmat dan nikmat Allah selalu ada dan tidak bisa kita dustai dan juga karena saya tidak ingin menjadi orang yang sesat sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hijr ayat 56, Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. Membiarkan diri berputus asa terhadap rahmat Allah akan memasukkan kita kedalam golongan orang kafir sebagaimana disebutkan dalam surat Yusuf ayat 87, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."

NB;
• Melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah bersimpati, memberikan dukungan dan do’a terhadap apa yang kemarin saya alami, mudah-mudahan Allah mengganti kebaikan yang telah teman-teman berikan.
• Kepada perempuan yang tidak bisa memenuhi harapan saya, jika note ini menemuimu atau engkau temukan, saya harapkan note ini bisa menambah keyakinanmu bahwa saya sudah memenuhi janji saya, untuk menghargai dan menerima keputusanmu dengan lapang dada dan dengan setulus hati aku berdoa kepada Allah, semoga kamu mendapatkan kebahagian yang kamu cari..Amien Ya Rabbal ‘Alamin..


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar


Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Smart, happy

Saca Firmansyah

Wilayah Pengunjung